Semarang — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat meraih penghargaan nasional sebagai salah satu LDK terbaik se-Indonesia dalam kategori Pembinaan Komunitas Lembaga Pemasyarakatan, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tahun 2026 di Jawa Tengah.
Penghargaan tersebut diterima oleh Aswan Bahri, SE, selaku Ketua LDK PWM Kalimantan Barat, sebagai apresiasi atas konsistensi, inovasi, dan dampak nyata program pembinaan warga binaan yang dikembangkan secara sistematis dan berkelanjutan.

Keunggulan LDK PWM Kalbar terletak pada kepemilikan kurikulum dan model pembinaan khusus yang dirancang sesuai dengan karakteristik psikologis dan sosial warga binaan lembaga pemasyarakatan. Salah satu model unggulan tersebut adalah Terapi Jiwa berbasis Asmaul Husna, yang dikembangkan oleh Samsul Hidayat, MA, selaku Wakil Ketua PWM Kalimantan Barat Bidang Dakwah Komunitas.
Model terapi ini berangkat dari temuan lapangan bahwa banyak warga binaan mengalami gejala psikologis yang relatif serupa, seperti stres berkepanjangan, beban dendam, penyesalan mendalam, rasa bersalah, serta rendah diri. Kondisi tersebut, apabila tidak ditangani secara tepat, kerap menjadi penghambat utama proses pembinaan keagamaan dan reintegrasi sosial.
Melalui pendekatan reflektif dan spiritual berbasis Asmaul Husna, terapi ini diarahkan untuk membantu warga binaan mengenali kembali nilai diri, menata emosi, serta membangun relasi baru dengan Tuhan dan sesama. Pendekatan ini tidak bersifat menghakimi, melainkan menempatkan warga binaan sebagai subjek pembinaan yang memiliki potensi untuk pulih dan berubah.

Aswan Bahri menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif dan komitmen dakwah yang berpihak pada kemanusiaan. “Dakwah di lembaga pemasyarakatan menuntut pendekatan yang lebih empatik dan solutif. Model terapi jiwa dengan Asmaul Husna ini menjadi salah satu ikhtiar kami untuk menghadirkan dakwah yang benar-benar menyentuh persoalan batin warga binaan,” ujarnya.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan peran LDK PWM Kalimantan Barat sebagai laboratorium dakwah komunitas yang mampu menghadirkan inovasi, sekaligus memperkuat arah Akselerasi Dakwah Muhammadiyah Terpadu yang berorientasi pada pencerahan, pemulihan, dan transformasi sosial.