Dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa tentang keberagaman dan moderasi beragama, Dr. Samsul Hidayat, MA, Fasilitator Moderasi Beragama Kementerian Agama RI, menciptakan boardgame inovatif bernama “Jelajah Simbol Harmoni”. Permainan ini diperkenalkan dalam Workshop Pengembangan Modul Edukasi Simbol-simbol Keagamaan untuk Peningkatan Kesadaran Moderasi Beragama di Sekolah Menengah pada tahun 2024. Beberapa sekolah menjadi lokasi bermain seperti SMA Abdi Wacana, SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, dan Sekolah Minggu Khonghucu Pontianak. Boardgame ini telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual dan dikembangkan sebagai media edukasi interaktif untuk siswa.

Tujuan Permainan

Boardgame “Jelajah Simbol Harmoni” dirancang untuk:

  1. Mengenalkan Simbol-Simbol Keagamaan: Memahami simbol agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu beserta makna di baliknya.
  2. Menanamkan Sikap Toleransi dan Empati: Mendorong sikap saling menghormati dalam kehidupan sosial yang multikultural.
  3. Mengasah Keterampilan Berpikir Kritis: Melatih kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan berdiskusi tentang perbedaan keyakinan.

Cara Bermain

  1. Setiap pemain memilih karakter dan menempatkan pion di titik awal papan permainan.
  2. Pemain bergantian melempar dadu untuk menentukan langkah selanjutnya.
  3. Ketika berhenti di titik tertentu, pemain mengambil Kartu Tantangan yang berisi skenario terkait interaksi antaragama, seperti “Menghadiri Perayaan Agama Lain” atau “Menghormati Simbol Agama di Tempat Umum”.
  4. Pemain harus menyelesaikan tantangan dengan berpikir kritis dan berdiskusi dengan pemain lain.
  5. Pemain yang berhasil menyelesaikan tantangan mendapatkan Koin Toleransi, yang bisa digunakan dalam tantangan berikutnya.
  6. Pemenang adalah pemain yang mengumpulkan Koin Toleransi terbanyak dan berhasil mencapai titik akhir permainan.

Dampak Positif dan Harapan

Boardgame “Jelajah Simbol Harmoni” diharapkan dapat menjadi alat edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di kalangan pelajar. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, permainan ini memungkinkan siswa memahami perbedaan keyakinan dengan lebih baik, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh toleransi di tengah masyarakat multikultural Indonesia.

Categories: Artikel